Salah Sambung
Akhir-akhir ini Thalita sering gelisah sendiri. Thalita gadis yang baru aja lulus SMA ini sedang memikirkan cowok yang bahkan namanya saja dia tidak tau siapa. Thalita juga baru melihatnya dua kali saja, dan pada saat dia main ice skating di PIM. "Sumpah gue penasaran banget ama tu cowok!" gerutu dalam hatinya. Thalita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memikirkan cowok tersebut, terkadang dia senyum-senyum sendiri, sumringah sendiri, bisa gila sendiri cuman karena mikirin cowok yang tidak dia kenal itu. "Gila nih gue lama-lama, tu cowok kok bisa manis gitu yah, ngangenin pula, bikin frustasi aja kalo ga ngeliat dia" gumamnya lagi dalam pikirannya. Ya.. Thalita memang sudah hampir dibikin penasaran akan sosok cowok misterius (baginya sendiri) itu. Thalita awalnya tertarik sama cowok itu bukan hanya dia jago dalam main ice skating, Thalita merasa dia beda dari teman-temannya yang lain. Teman-teman cowok itu banyak juga yang jago, karena merasa jagonya itu mereka pada sok-sok an.tapi si cowok ini beda..! Dia tetap kalem aja, nggak pamer, nggak carper ke cewek-cewek. Itu yang membuat Thalita semakin tertarik, ditambah lagi wajah cowok itu lumayan, dia nggak ganeng-ganteng amat, tapi manis, tinggi. Apalah.. Sosok yang sangat misterius, ingin membuat orang lain tahu tentang dia.
Waktu itu Thalita lagi ga ada kerjaan sama sekali alias dia nganggur setelah dia lulus. Dia mengajak teman-temannya untuk jalan bareng. Dan dia ajaklah Isfan. Isfan adalah teman jalan Thalita kalo dia lagi kosong atau ga ada kerjaan, karena isfan juga sama kayak Thalita, di saat teman-teman mereka yang lain sibuk kuliah, mereka berdua lebih santai, karena Isfan sudah berencana sekolah di Jepang untuk beberapa bulan lagi, sedangkan Thalita sendiri berencana nganggur untuk satu tahun. Alhasil mereka sering jalan bareng, tiba pada saat itu, mereka jalan ke mall tempat ice skating yang biasa di kunjungi Thalita. Thalita ingin bermain ice skating, tapi ternyata sedang break, jadi Thalita harus menunggu.Sambil menunggu, Thalita dan isfan main ke tempat permainan gitu , nah.. tanpa sengaja dia melihat sosok yang selalu dia pikirkan itu sedang duduk di pojokan tempat bermain itu dan sedang asyik dengan HPnya. Thalita girang sekali waktu itu, dia tidak memperdulikan lagi Isfan yang sedang mengajaknya bermain, akhirnya Isfan asyik bermain sendiri. Sedangkan Thalita sibuk memandangi cowok misterius itu dari jauh, sambil memperhatikannya Thalita senyum-senyum sendiri, "OMG, kok bisa yah ada makhluk Tuhan seindah itu dan baru gue liat sekarang.." gumamnya sambil bertopang dagu, tentu saja nyengir-nyengir sendiri, dia tak lagi memperdulikan kalo ada yang memerhatikan dia dan berfikir "mungkin cewek itu gila". Tidak beberapa lama dia sadar kalo Isfan sudah tak terlihat lagi, jadi dia memutuskan untuk mencari temannya itu terlebih dahulu untuk memastikan dia tidak ditinggalkan. Setelah menemukan Isfan, dia kembali ke tempatnya yang tadi, berniat memandangi sosok yang sangat dia pujanya itu, tapi ternyata cowok itu udah.. hilang! Thalita mencari-cari sosok lelaki itu, dia menengok ke tempat ice skating, tapi belum buka, dia berjalan di sekitaran itu juga tetap tak ada. Thalita sangat gelisah dan kecewa, dia masih belum puas, dia masih sangat penasaran. Thalita beberapa kali mondar-mandir ke tempat ice skating untuk sekedar memastikan apakah cowok itu ada disana. "Masa iya sih dia udah pulang?" ucap Thalita. Sekitar limabelas menitan tidak melihat cowok itu, Thalita melihat cowok itu sudah ada di tempatnya lagi, kembali asik dengan HP nya. Thalita tentu snagat senang, bahkan dia tidak sadar kalo dia sudah jingkrak-jingkrakan di tempatnya berdiri. bodoh.. ahaha. Tapi Thalita tetap tak peduli. Kali ini dia memberanikan diri untuk duduk tepat di samping cowok itu, dia mengumpulkan segenap keberaniannya. Sekarang dia duduk di samping cowok itu, dia bingung mau melakukan apa, alhasil dia hanyak mengotak-atik HP nya, berulang kali dia membuka path, IG, segala macam sosmed di Hpnya.Sampai ketika Isfan datang "Eh, udah jam tujuh lewat nih, jadi gak main ice skatingnya?" tanya Isfan. "Mmm, kayaknya belom buka tempatnya" thalita pun menjawab sambil mendongak ke tempat Ice skating yang tidak jauh di tempat dia duduk sekarang. Isfan pun pergi meninggalkan Thalita. "Pengen main ice skating?" suara itu terdengar jelas, dan Thalita sontak menengok ke sebelahnya. Ya.. ternyata cowok itu bertanya kepada Thalita. Thalita sungguh girang setengah mati, tapi dia berusaha untuk tidak salah tingkah di depan cowok yang dia kagumi ini. "Mmm, iya. Emang kamu juga main?" tanya balik Thalita. "Iya, saya sesi ke delapan. mulainya jam setengah delapan."jawab cowok itu. Tidak ingin melewatkan kesempatan berharga, thalita berusaha mencari topik agar mereka berdua mengobrol. "Oh, jam setengah delapan, saya kirain jam tujuh, soalnya tdai saya denger ada yang bilang jam 7." usaha thalita. "oh bukan, jam setengah delapan , sesi delapan entar lagi." ucap cowok itu. Thalita belum sempat memikirkan apa yang akan dia bilang, cowok itu langsung bertanya " Pacarnya pengen main yah?" . Seketika mendengar ucapan dari cowok itu, Thalita drop!! kenapa bisa-bisanya dia mengira Isfan adalah cowoknya. mana mungkin. "Oh My God" gumamnya. Thalita merasa down sejenak, tapi dia langsung menepis kata-kata cowok itu "Dia? Oh dddia bukan pacar saya. cuman temen.". Tapi cowok itu diam, dan pergi meninggalkan Thalita sendirian.
Thalitanya hanya terdiam menatap punggung cowok itu yang semakin menjauh. Thalita masih ingin mencerna ulang apa yang barusan terjadi. Dia menyesali apa yang baru terjadi. Dia bahkan tidak tahu nama cowok itu, tidak tau apa-apa tentang dia kecuali tentang dia yang jago main iceskating. hanya itu. pfft. "Lain kali mendingan nggak usah bareng temen cowok kalo mau kecengin gebetan deh."gumam thalita sendiri.
Minggu, 20 September 2015
Jumat, 18 September 2015
Kamis, 17 September 2015
RUMAH KOSONG
Rumahku..
rumahku tidak seperti arti rumah pada umumnya
bukan rumah yang mewah
bukan rumah yang megah
Rumahku, hanya rumah kosong
Rumahku..
Setidaknya pernah menjadi tempat terjadinya kenangan
kenangan bagi orang-orang yang tahu rumah ku ini.... dulu
kenangan berarti, berkesan, tak terlupakan
Rumahku..
Mungkin tidak seperti dulu
tidak seperti orang-orang itu katakan
katanya, ramai, penuh tawa, tangis
tak seperti sekarang yang ku rasakan
rumahku hanyalah rumah kosong
Walaupun..
rumahku bukanlah tempat yang selalu menyenangkan
tapi rumahku bukan juga tempat yang selalu tercipta kesedihan
tidak banyak hal menyenangkan tercipta bagiku sekarang
di rumah kosong ini
TAPI...
setidaknya aku masih memiliki alasan untuk bersyukur
setidaknya masih ada tembok yang cukup kokoh
(tempat kami bersandar)
setidaknya masih ada atap
(yang melindungi kami dari terik matahari, hujan, siang maupun malam
setidaknya masih ada lantai
(sebagai alas kami, agar tidak beralaskan langsung dengan tanah)
Setidaknya ada alasan aku mensyukuri "Rumah Kosong" ku ini...
Rumahku..
rumahku tidak seperti arti rumah pada umumnya
bukan rumah yang mewah
bukan rumah yang megah
Rumahku, hanya rumah kosong
Rumahku..
Setidaknya pernah menjadi tempat terjadinya kenangan
kenangan bagi orang-orang yang tahu rumah ku ini.... dulu
kenangan berarti, berkesan, tak terlupakan
Rumahku..
Mungkin tidak seperti dulu
tidak seperti orang-orang itu katakan
katanya, ramai, penuh tawa, tangis
tak seperti sekarang yang ku rasakan
rumahku hanyalah rumah kosong
Walaupun..
rumahku bukanlah tempat yang selalu menyenangkan
tapi rumahku bukan juga tempat yang selalu tercipta kesedihan
tidak banyak hal menyenangkan tercipta bagiku sekarang
di rumah kosong ini
TAPI...
setidaknya aku masih memiliki alasan untuk bersyukur
setidaknya masih ada tembok yang cukup kokoh
(tempat kami bersandar)
setidaknya masih ada atap
(yang melindungi kami dari terik matahari, hujan, siang maupun malam
setidaknya masih ada lantai
(sebagai alas kami, agar tidak beralaskan langsung dengan tanah)
Setidaknya ada alasan aku mensyukuri "Rumah Kosong" ku ini...
Kamis, 06 Agustus 2015
Happy New Year 1996-1997
Happy New Year 1996-1997
Memo:
·
Buat gue ,
gimanapun usaha yang gue lakukan, tanpa doa adalah sesuatu yang namanya sama
aja bo’ong
·
Apapun
yang gue jalani udah merupakan kehendak-Nya, yang harus gue terima dengan suka
cita.
How About the Year ! PROSPEK
For to remaks
Katanya tahun ini tahun kerbau, jadi harusnya seperti kerbau
gitu, ditarik kemana aja, ok aja WOW… Keren buanget.
Nah buat gue
sich NO PROBLEM, kenapa coba?
Karena yang
namnya orang kecil kayak gue wajar aja, yang penting ngasilin do’ku(duit) cukup
COME ON and WELCOME banget.
Memo:
“ Tulisan-tulisan
didalam lembaran buku ini adalah sebagiandari rasa akan keinginan, nuansa, dan
angan dalam sanubari yang ingin di ciptakan,
telusuri,dijalani serta menjadi suatu kenyataan kelak menggpai cita-cita
hidup. “
Adalah wajar
kalua pada saat insane menjalani aktifitas dan pada saat adanya
benturan-benturan kecil menerpa yang akhirnya enimbulkan ras ketidakpuasan tanpa
dimengerti dan tak beralasan menjadikan batin mengukir kata untuk mengungkapkan
sentilan deshan di barengi nafas setitik.
Why…?
… KITA INGIN
HIDUP
… KITA INGIN
MAKAN/MINUM
… KITA INGIN BEKERJA/BERUSAHA
… KITA INGIN BEKERJA/BERUSAHA
… KITA INGIN
BERCINTA
… KITA INGIN
BERTAHAN
… KITA INGIN
BERSAHABAT
+24’ FEBRUARI 1997
Rencananya gue
mau nanya bagaimana kondisinya BONCEL. Yah gue coba hubungi di office dan
ceritanya malah jadi berubah… akhirnya gue jadi bersihtegang, udahananya
uber-uberan dijalan.. sampai ce’upek and cek! (capek)
--- The Second Time…?---
Capek banget
gue nongkrong di Pizza Ria!
Good banget
yach! (asik banget yah)
Terus terang gue kesel banget,
gimana tidak? Masalah kayak gini kok dicuekin aja, yah mirip-mirip disepelhekan
gitu, and than.. yach gue udah nggak bisa lagi ngomong..buntu rasanya syaraf
gue untuk berfikir.
Gue tahu kalo “POSITIF”, dan
buat gue , yah bagaimana cara mengantisipasinya, dengan berfikir matang. Kalo gue
pribadi , sangat menginginkan Boncel bisa diterusan aja tapi kendalanya,
resikonya sangat besar juga, artinya bisa bisa aja gue kehilangan kedua-duanya,
untuk selamanya ! Yach, semuanya gue serahksn pada Yang Kuasa.
Kadang gue berpikir , pada saat
seperti begini kadang ada rasa kepengen tahu. Sebenarnya gimana posisi gue yang
sesungguhnya, karena komitmen yang ada emang sangat jelas, tapi pandangan ke
depan sangat kabur , dan berbayang ganda.
Kadang kala keinginannya tak
terbendung untuk berontak, untuk menentang keinginan mengungkapkan perasaan hati
yang sesungguhnya, tetapi tidak mampu, karena… mulut ini terkatup bisu…!!!
02 Maret 1997
Gue kelimpungan
banget kerja seharian di balaikota, malamnya uber-uber bo’il sampah, akhirnya
dapet juga. Udahannya langsung nelfon boncel, katanya lagi perjalanan pulang,
eit.. tiba-tiba pikiran gue pengen tau boncel pulangnya jam berapa? Lama bener
gue nungguin ±30-45 menit, pas belok dirokum, ekh.. rupanya barengan ama
Maya, lho katanya…? Sendiri..?!
Memo:
“ Barang kali hanya pikiran gue kalau
memikirkan hal yang mengada-ada tentang keberadaan Boncel ama Maya.. Apa iya
sih! Akh kok pikiran dan perasaan gue jadi ngaco kayak gini amat !
-continue-
Langganan:
Postingan (Atom)