Minggu, 20 September 2015

Cerpen

Salah Sambung

   Akhir-akhir ini Thalita sering gelisah sendiri. Thalita gadis yang baru aja lulus SMA ini sedang memikirkan cowok yang bahkan namanya saja dia tidak tau siapa. Thalita juga baru melihatnya dua kali saja, dan  pada saat dia main ice skating di PIM. "Sumpah gue penasaran banget ama tu cowok!" gerutu dalam hatinya. Thalita bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memikirkan cowok tersebut, terkadang dia senyum-senyum sendiri, sumringah sendiri, bisa gila sendiri cuman karena mikirin cowok yang tidak dia kenal itu. "Gila nih gue lama-lama, tu cowok kok bisa manis gitu yah, ngangenin pula, bikin frustasi aja kalo ga ngeliat dia" gumamnya lagi dalam pikirannya. Ya.. Thalita memang sudah hampir dibikin penasaran akan sosok cowok misterius (baginya sendiri) itu. Thalita awalnya tertarik sama cowok itu bukan hanya dia jago dalam main ice skating, Thalita merasa dia beda dari teman-temannya yang lain. Teman-teman cowok itu banyak juga yang jago, karena merasa jagonya itu mereka pada sok-sok an.tapi si cowok ini beda..! Dia tetap kalem aja, nggak pamer, nggak carper ke cewek-cewek. Itu yang membuat Thalita semakin tertarik, ditambah lagi wajah cowok itu lumayan, dia nggak ganeng-ganteng amat, tapi manis, tinggi. Apalah.. Sosok yang sangat misterius, ingin membuat orang lain tahu tentang dia.

   Waktu itu Thalita lagi ga ada kerjaan sama sekali alias dia nganggur setelah dia lulus. Dia mengajak teman-temannya untuk jalan bareng. Dan dia ajaklah Isfan. Isfan adalah teman jalan Thalita kalo dia lagi kosong atau ga ada kerjaan, karena isfan juga sama kayak Thalita, di saat teman-teman mereka yang lain sibuk kuliah, mereka berdua lebih santai, karena Isfan sudah berencana sekolah di Jepang untuk beberapa bulan lagi, sedangkan Thalita sendiri berencana nganggur untuk satu tahun. Alhasil mereka sering jalan bareng, tiba pada saat itu, mereka jalan ke mall tempat ice skating yang biasa di kunjungi Thalita. Thalita ingin bermain ice skating, tapi ternyata sedang break, jadi Thalita harus menunggu.Sambil menunggu, Thalita dan isfan main ke tempat permainan gitu , nah.. tanpa sengaja dia melihat sosok yang selalu dia pikirkan itu sedang duduk di pojokan tempat bermain itu dan sedang asyik dengan HPnya. Thalita girang sekali waktu itu, dia tidak memperdulikan lagi Isfan yang sedang mengajaknya bermain, akhirnya Isfan asyik bermain sendiri. Sedangkan Thalita sibuk memandangi cowok misterius itu dari jauh, sambil memperhatikannya Thalita senyum-senyum sendiri, "OMG, kok bisa yah ada makhluk Tuhan seindah itu dan baru gue liat sekarang.." gumamnya sambil bertopang dagu, tentu saja nyengir-nyengir sendiri, dia  tak lagi memperdulikan kalo ada yang memerhatikan dia dan berfikir "mungkin cewek itu gila". Tidak beberapa lama dia sadar kalo Isfan sudah tak terlihat lagi, jadi dia memutuskan untuk mencari temannya itu terlebih dahulu untuk memastikan dia tidak ditinggalkan. Setelah menemukan Isfan, dia kembali ke tempatnya yang tadi, berniat memandangi sosok yang sangat dia pujanya itu, tapi ternyata cowok itu udah.. hilang! Thalita mencari-cari sosok lelaki itu, dia menengok ke tempat ice skating, tapi belum buka, dia berjalan di sekitaran itu juga tetap tak ada. Thalita sangat gelisah dan kecewa, dia masih belum puas, dia masih sangat penasaran. Thalita beberapa kali mondar-mandir ke tempat ice skating untuk sekedar memastikan apakah cowok itu ada disana. "Masa iya sih dia udah pulang?" ucap Thalita. Sekitar limabelas menitan tidak melihat cowok itu, Thalita melihat cowok itu sudah ada di tempatnya lagi, kembali asik dengan HP nya. Thalita tentu snagat senang, bahkan dia tidak sadar kalo dia sudah jingkrak-jingkrakan di tempatnya berdiri. bodoh.. ahaha. Tapi Thalita tetap tak peduli. Kali ini dia memberanikan diri untuk duduk tepat di samping cowok itu, dia mengumpulkan segenap keberaniannya. Sekarang dia duduk di samping cowok itu, dia bingung mau melakukan apa, alhasil dia hanyak mengotak-atik HP nya, berulang kali dia membuka path, IG, segala macam sosmed di Hpnya.Sampai ketika Isfan datang "Eh, udah jam tujuh lewat nih, jadi gak main ice skatingnya?" tanya Isfan. "Mmm, kayaknya belom buka tempatnya" thalita pun menjawab sambil mendongak ke tempat Ice skating yang tidak jauh di tempat dia duduk sekarang. Isfan pun pergi meninggalkan Thalita. "Pengen main ice skating?" suara itu terdengar jelas, dan Thalita sontak menengok ke sebelahnya. Ya.. ternyata cowok itu bertanya kepada Thalita. Thalita sungguh girang setengah mati, tapi dia berusaha untuk tidak salah tingkah di depan cowok yang dia kagumi ini. "Mmm, iya. Emang kamu juga main?" tanya balik Thalita. "Iya, saya sesi ke delapan. mulainya jam setengah delapan."jawab cowok itu. Tidak ingin melewatkan kesempatan berharga, thalita berusaha mencari topik agar mereka berdua mengobrol. "Oh, jam setengah delapan, saya kirain jam tujuh, soalnya tdai saya denger ada yang bilang jam 7." usaha thalita. "oh bukan, jam setengah delapan , sesi delapan entar lagi." ucap cowok itu. Thalita belum sempat memikirkan apa yang akan dia bilang, cowok itu langsung bertanya " Pacarnya pengen main yah?" . Seketika mendengar ucapan dari cowok itu, Thalita drop!! kenapa bisa-bisanya dia mengira Isfan adalah cowoknya. mana mungkin. "Oh My God" gumamnya. Thalita merasa down sejenak, tapi dia langsung menepis kata-kata cowok itu "Dia? Oh dddia bukan pacar saya. cuman temen.". Tapi cowok itu diam, dan pergi meninggalkan Thalita sendirian.

 Thalitanya hanya terdiam menatap punggung cowok itu yang semakin menjauh. Thalita masih ingin mencerna ulang apa yang barusan terjadi. Dia menyesali apa yang baru terjadi. Dia bahkan tidak tahu nama cowok itu, tidak tau apa-apa tentang dia kecuali tentang dia yang jago main iceskating. hanya itu. pfft. "Lain kali mendingan nggak usah bareng temen cowok kalo mau kecengin gebetan deh."gumam thalita sendiri.

Jumat, 18 September 2015

"Kangen"


Kangen..
Kata itu mungkin tidak baku
Kata itu berarti "RINDU"


Kata itu yang selalu ku katakan
Tapi tak tahu untuk siapa ku tujukan.. 


        -sesingkat itu-

Kamis, 17 September 2015

RUMAH KOSONG

Rumahku..
rumahku tidak seperti arti rumah pada umumnya
bukan rumah yang mewah
bukan rumah yang megah
Rumahku, hanya rumah kosong

Rumahku..
Setidaknya pernah menjadi tempat terjadinya kenangan
kenangan bagi orang-orang yang tahu rumah ku ini.... dulu
kenangan berarti, berkesan, tak terlupakan

Rumahku..
Mungkin tidak seperti dulu
tidak seperti orang-orang itu katakan
katanya, ramai, penuh tawa, tangis
tak seperti sekarang yang ku rasakan
rumahku hanyalah rumah kosong

Walaupun..
rumahku bukanlah tempat yang selalu menyenangkan
tapi rumahku bukan juga tempat yang selalu tercipta kesedihan
tidak banyak hal menyenangkan tercipta bagiku sekarang
di rumah kosong ini

TAPI...
setidaknya aku masih memiliki alasan untuk bersyukur
setidaknya masih ada tembok yang cukup kokoh
          (tempat kami bersandar)
setidaknya masih ada atap
           (yang melindungi kami dari terik matahari, hujan, siang maupun malam
setidaknya masih ada lantai
           (sebagai alas kami, agar tidak beralaskan langsung dengan tanah)

Setidaknya ada alasan aku mensyukuri "Rumah Kosong" ku ini...